Harga Kopi Arabica ICE Merosot 2,8 Persen Terganjal Penguatan Dollar AS

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Kamis dini hari (25/08) berakhir negatif. Pelemahan harga kopi arabica tertekan penguatan mata uang dollar AS.

Dolar AS naik 0,21 persen terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan tipis semalam, dibantu oleh data hari sebelumnya yang menunjukkan lonjakan penjualan rumah baru AS mencapai tertinggi hampir 9 tahun, walaupun kenaikan tertutupi oleh ketidakpastian menjelang pertemuan bank sentral pada hari Jumat.

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya ikutan tergerus melemah.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Desember 2016 ditutup turun pada posisi 1,4310 dollar, turun sebesar -4,15 sen atau setara dengan -2,82 persen.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders AS Juli yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir dapat menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi penguatan dollar AS. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level Support di posisi 1,4000 dollar dan 1,3700 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan dihadapi jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 1,4600 dollar dan 1,4900 dollar.

Source : http://vibiznews.com/2016/08/25/harga-kopi-arabica-ice-merosot-28-persen-terganjal-penguatan-dollar-as/