Semacam Panduan Untuk Kopi Specialty

Daftar istilah berikut ini mungkin akan terdengar sedikit botanical dan ilmiah tapi, yah, bukankah tren kopi di era ini memang sudah lebih saintifik?

JIKA kita berbicara tentang kopi specialty, maka yang biasanya duluan muncul di pikiran kebanyakan orang adalah single origin. Tidak salah sih. Tapi single origin sebenarnya hanyalah satu bagian yang ada dalam ruang lingkup kopi specialty yang luas itu. Jika masih bingung dengan konsep single origin, kami sudah pernah membahasnya di sini.

Btw, dulu di pelajaran Biologi, kita sudah pernah memelajari tentang istilah-istilah family, genus, species ‘kan? Nah di sini sepertinya istilah itu bakal diulang lagi. Haha… Sekali lagi, kopi specialty adalah tentang sains dan istilah yang berkaitan dengan itu pun, mau tidak mau, memang akan terdengar cukup geek. Tapi, bagaimana pun, mengetahui beberapa daftar istilah penting yang sering dipakai dalam industri kopi specialty berikut ini pun termasuk krusial—terutama jika kamu adalah pelaku atau ingin membuka usaha dalam industri kopi specialty. Here we go.

Tentang taksonomi tumbuhan kopi

Family: Rubiaceae

Istilah sederhananya, tanaman kopi bisa dibilang masuk ke dalam “keluarga besar Rubiaceae”, yaitu semacam keluarga bunga. Rubiaceae juga sering disebut dengan “Coffee”, “madder” atau “bedstraw”. Family ini memiliki 450 genera dan sekitar 6.500 species di seluruh dunia. Tumbuhan family ini umumnya memiliki bentuk daun yang simpel (tidak terpisah) atau kadang-kadang spiral. Bunganya biasanya berkelamin jantan dan betina.

Daun tumbuhan kopi

Genus: Coffea.

Coffea adalah ‘penyempitan’ dari klasifikasi Rubiaceae di atas. Secara keseluruhan, genus Coffea memiliki sekitar 100 species, namun hanya sedikit diantaranya yang dikenal atau sukses secara komersil.

Species: Arabica, Robusta, Liberica

Nah, spesifikasi ini mungkin udah akrab di telinga ‘kan? Arabica pada dasarnya adalah yang paling banyak dipasarkan di dunia. Dari seluruh produksi kopi di seluruh dunia, 70%-nya adalah Arabica. Species lain yang belum terlalu populer dalam industri kopi specialty adalah Robusta dan Liberica. Dari semua species Coffea ini, hanya Arabica yang bisa self-fertile dimana faktor ini kemudian membuat species ini bisa melakukan penyerbukan sendiri. Species Arabica juga memiliki kadar kafein yang lebih rendah dari Robusta.

Tentang varietas, cultivar dan hybrid

Varietas: Kira-kira seperti ini, istilah Varietas ini digunakan untuk menggambarkan perbedaan yang ada pada setiap tanaman kopi dimana perbedaan itu cukup kecil jika dibandingkan secara subspecies, namun cukup besar jika dibandingkan secara formatnya. Sebuah varietas umumnya memiliki karakteristik masing-masing. Contoh paling sederhananya, Coffea Arabica, Coffea canephora (robusta), Coffea liberica dan Coffea Mauritania adalah yang disebut dengan varietas ini.

Cultivar: Semacam ‘penyempitan’ dari varietas. Cultivar adalah varietas apa saja yang diproduksi dengan memakai cara horticultural atau agricultural dan tidak akan ditemukan secara alami di populasi natural. Dengan kata lain, cultivar ini bisa disebut dengan varietas yang dibudidayakan. Kebanyakan varietas yang kini dikenal dalam dunia kopi specialty umumnya adalah cultivar. Bourbon dan Typica adalah beberapa macam cultivar yang cukup terkenal.

Hybrid: Ini adalah jenis yang didapat sebagai hasil persilangan antara 2 spesies berbeda. Atau satu spesies yang sama tapi memiliki 2 bentuk yang berbeda. Hybrid bisa terjadi secara alami atau pun melalui seleksi pembiakan. Contohnya, kopi mundo novo adalah hasil persilangan antara typical dan bourbon.

Sumber : https://majalah.ottencoffee.co.id/semacam-panduan-untuk-kopi-specialty/