Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman agar jangan terus berkonsentrasi pada urusan padi. Ia mengingatkan, ada komoditas lain yang memiliki nilai tambah yang baik dan harus dikembangkan.

“Misalnya kopi, siapkan bibit yang baik untuk ditanam kopi, baik di wilayah-wilayah yang sudah ada maupun yang belum. Karena peningkatan pertumbuhan permintaan kopi di Indonesia itu naiknya juga sangat tinggi, sekitar 20 persen. Dunia juga mirip-mirip angkanya seperti itu,” kata Jokowi, seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Menurut Jokowi, ini menjadi kesempatan untuk Indonesia karena kenaikan permintaan sangat tinggi sekali. Jika permintaan naik, kata Mantan Wali Kota Solo itu, pasti harganya baik. Namun, ia mengingatkan, jangan pula ramai-ramai semuanya menanam kopi karena harganya akan jatuh bersama.

Selain kopi, Jokowi juga memerintahkan kepada Amran untuk menanam rempah-rempah. Ia mengingatkan, Indonesia dulu dijajah karena terkenal rempah-rempah dan VOC dulu ke sini karena itu. Namun sekarang, hal itu sudah lama dilupakan.

“Tahun yang lalu saya sudah perintahkan kepada Mentan untuk ini dikembalikan lagi. Indonesia sebagai negara rempah-rempah. Entah di Maluku, Maluku Utara, maupun di daerah yang lain,” tuturnya.

Jokowi menekankan, agar jangan lupakan itu, jangan kehilangan konsentrasi karena kopi dan rempah-rempah adalah komoditas yang memiliki nilai tambah yang baik yang harus dikembangkan bersama.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan secara nyata bagi para petani Indonesia.

“Teruslah memberi informasi, memberi masukan dan bekerja sama dengan pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan petani,” pungkas Jokowi.