Belakangan, bisnis kopi tampak semakin moncer saja. Pun di daerah-daerah yang memiliki kopi khas, termasuk Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kopi Arabika dataran tinggi Kalibening, Banjarnegara memenangkan Festival Kopi Nusantara 2017 di Bondowoso, 25-26 Agustus 2017 lalu. Kopi arabika Kalibening mendadak tenar dan menjadi buruan para penikmat kopi dari seluruh Indonesia.

Adalah Galih Febianto (29) yang melakukannya. Pemuda asli Wanadadi Banjarnegara itu merupakan orang di balik kemenangan kopi arabika Kalibening menjadi pemenang Festival Kopi Nusantara 2017.

Kopi ini menjadi kopi arabika terbaik setelah menyisihkan 9 kopi arabika terbaik dari berbagai penjuru tanah air, yakni kopi Arabika Toraja, Samboga Bandung, Prigen Pasuruan, Kledung Temanggung, Ijen Raung Bondowoso, Flores Bajawa Ngada, Bumiaji Batu, Bowongso Wonosobo, dan kopi arabika Bandung.

Yang kedua adalah kopi robusta Gondo Arum, Banjarnegara yang meraih juara ketiga dalam kontes kopi bergengsi, Indonesia Specialty Coffee Contest 2018. Kemenangan petani atas nama Imam Sarjidin ini menunjukkan bahwa kopi-kopi dari Banjarnegara memang juara.

Permintaan kopi Robusta dari Dusun Gintung, Binangun Kecamatan Karangkobar pun langsung meningkat pesat. Konsumen tak hanya berasal dari dalam negeri. Pasar luar negeri pun sudah meliriknya.

Jepang misalnya, ingin dikirimi kopi Gondo Arum sebanyak 2.000 ton per tahun. Padahal, produksi kopi baru mencapai 500 ton per tahun.

Berkah kemenangan ternyata tak hanya dinikmati Galih dan Imam semata. Para petani kopi di Banjarnegara kini lebih percaya diri karena produk kopi mereka kini tersohor dan nilai jualnya meningkat.