Mau Berhenti Minum Kopi? Jangan Lakukan Secara Mendadak

Penulis: Umi Nur Fadhilah
Redaksi: Reiny Dwinanda

0
39

Kafein masih tetap ada dalam kopi setelah proses dekafeinasi dengan kadar yang beragam. Kopi tanpa kafein pun masih mengandung dua stimulan lainnya, yakni theobromine dan theophylline yang tidak hilang ketika kopi menjadi produk tanpa kafein.

Dikutip dari Gulf News pada Sabtu (2/1), kadar kafein yang tersisa dalam kopi tanpa kafein juga bervariasi, tergantung merek, proses yang digunakan, dan jenis bijinya. Dengan itu, tidak ada takaran persis berapa banyak kafein yang dikonsumsi dalam suatu produk.

“Bukan hanya perempuan yang terkena dampak kafein,” ungkap kepala ahli gizi di hotel The Retreat, The Palm Dubai yang berbasis di Uni Emirat Arab, Alexandra Chaston.

Menurut Chaston, penelitian menunjukkan kafein dapat memengaruhi kesehatan sperma, mulai dari jumlah, mobilitas, hingga risiko kelainan. Artinya, pasangan yang melakukan program kehamilan disarankan mengurangi kafein.

Di lain sisi, banyak orang yang mengandalkan kafein, baik dari kopi maupun teh untuk memulai pagi hari. Chaston menyarankan bagi peminum kopi berat tidak serta merta menghentikannya.

Menurut Chaston, menyetop kebiasaan minum kopi secara tiba-tiba bisa mendatangkan gejala tak menyenangkan. Dia menyarankan menghentikan asupan kafein secara perlahan, yakni dengan mengurangi satu cangkir per hari.

Pecinta kopi juga dapat mengganti kopinya dengan kopi tanpa kafein atau teh herbal untuk secara bertahap melepaskan kafein secara penuh dalam waktu beberapa pekan. Chaston mengatakan teh herbal seperti jahe, teh dandelion, teh peppermint, teh jelatang, dan teh rooibos adalah pengganti baik untuk kopi dan teh hitam, karena bergizi dan memuaskan tanpa mengurangi efek kafein.

“Saya menyarankan Anda berkonsultasi dengan ahli gizi, ahli naturopati atau herbalis, jika punya kekhawatiran tentang teh mana yang aman untuk diminum saat hamil,” kata Chaston.