Pemprov Jabar Bagikan 2 Juta Benih Kopi Bersertifikat kepada Petani

0
40
Sekda Jabar Iwa Karniwa saat memberikan benih kopi bersertifikat kepada perwakilan kelompok petani dalam peringatan Hari Perkebunan ke-61 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (10/12/2018).(Dokumentasi Humas Pemprov Jabar)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membagikan dua juta benih kopi bersertifikat kepada sejumlah kelompok petani dalam peringatan Hari Perkebunan ke-61 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (10/12/2018).

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, benih kopi tersebut merupakan bibit unggul yang sudah menempuh tahap penelitian. Benih itu akan dibagikan secara bertahap untuk 12 kabupaten di Jabar.

“Tadi diserahkan bibit kopi tersertifikasi secara simbolis diserahkan dua juta bibit. Sekaligus kita mendapat sertifikasi hasil penelitian,” ucap Iwa.

Pemberian benih kopi bersertifikat itu telah berjalan sejak kepemimpinan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Bantuan benih itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi di Jabar.

“Mudah-mudahan benih ini bisa dioptimalkan masyarakat. Sebelumnya kita pernah memberikan empat juta benih kopi tempo lalu,” tambah Iwa.

Lebih lanjut Iwa menjelaskan, perkembangan kopi di Indonesia, khususnya wilayah Jabar memang terus berkembang pesat.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat keempat produsen kopi dunia dengan jumlah produksi mencapai 600 ribu ton per tahun atau berkontribusi 6,6 persen terhadap produksi kopi dunia.

“Kita masih kalah dari Vietnam yang menduduki peringkat dua produsen kopi dunia dengan produksi 1,53 juta ton atau sekitar 16% dari produksi kopi dunia,” ungkapnya.

Sebab itu, Iwa menilai pemerintah mesti aktif dalam pengembangan produktivitas kopi di Jabar. Terlebih, kopi Jabar sudah cukup populer di mancanegara.

” Kopi kini adalah potensi yang harus terus-menerus dikembangkan. Dalam beberapa tahun terakhir kopi Jawa Barat berhasil meraih penghargaan bergengsi di dunia. Salah satunya ketika kopi Jawa Barat 2 tahun lalu meraih skor tertinggi dalam even Festival kopi di Atlanta, Amerika Serikat,” papar Iwa.

“Hal ini mendorong kami untuk bisa terus secara kreatif membantu memperkenalkan kualitas kopi Jawa Barat diantaranya melalui acara Ngopi Saraosna. Saya memiliki keyakinan bahwa industri perkebunan di Jawa Barat khususnya kopi masih akan terus berkembang secara kasat mata kita bisa melihat cafe khusus kopi mulai banyak berdiri di tiap sudut kota,” jelasnya.