Produksi Stagnan, RI Bakal Jadi Importir Kopi pada 2020

Author:

Category:

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi Indonesia akan mengimpor kopi sekitar dua hingga tiga tahun mendatang. Hal tersebut karena konsumsi kopi Indonesia terus meningkat, sementara kemampuan untuk memproduksi kopi stagnan.

“Konsumsi kopi nasional itu pertumbuhannya pesat sekali. Kita mencatat 5 tahun terakhir rata 8,8 persen per tahun, itu berarti 2 kali lipat dari peningkatan pendapatan per kapita. Jadi kalau pendapatan per kapita naik 1 persen, dia konsumsi kopi naik 2 persen,” ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

“Sementara itu, pertumbuhan kopi justru stagnan, bahkan sedikit negatif kira-kira 0,3 persen per tahun dalam periode yang sama. Sehingga apabila kita tidak antisipasi, ini tidak tertutup kemungkinan 2 sampai 3 tahun mendatang kita jadi importir kopi,” sambungnya.

Sampai dengan tahun ini, tidak kurang dari 21 jenis kopi telah memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis sebagai produk berkualitas dan spesifik (cofee specially). Dengan data itu, Indonesia merupakan negara dengan jumlah keragaman kopi specialti terbanyak di dunia.

Areal kebun kopi di Indonesia mencapai 1,25 juta hektare, yang terdiri dari kopi robusta (0,91 juta ha atau 73 persen) dan arabika (0,34 juta hah atau 27 persen). Baik kopi robusta maupun arabika, sebagian besar dikelola petani (96 persen untuk robusta dan 96,5 persen untuk arabika).

“Dominannya kebun kopi yang dikelola petani merupakan pintu masuk untuk menjalankan pembangunan ekonomi menuju pertumbuhan dan pemerataan serta untuk penanggulangan kemiskinan,” jelas Menko Darmin.

Menko Darmin menambahkan, luasan kebun kopi yang dikelola setiap keluarga petani umumnya relatif sempit. Rata-rata lahan yang dikelola sekitar 0,71 hektare per keluarga untuk robusta dan 0,58 hektare per keluarga untuk arabika.

“Padahal idealnya, luas minimal kebun kopi yang dikelola setiap keluarga petani adalah seluas 2,69 hektare per keluarga untuk kopi robusta dan 1,44 hektare per keluarga untuk kopi arabika,” tandasnya.

Mengantarkan Kopi Papua Go Global

Kopi dari Papua kini semakin diminati konsumen mancanegara, seperti Australia, Selandia Baru, dan Amerika. Bila berbicara kopi, kita sudah sangat mahfum dengan keterkenalan kopi asal...

Indonesia Punya Kopi-kopi yang Luar Biasa…

Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, peran generasi muda diperlukan untuk mendorong kopi asal Indonesia semakin dikenal di mancanegara. Hal ini mengingat RI kaya akan beragam...

Harga Kopi Tetap Lebih Tinggi Karena Kekhawatiran Tanaman Brasil

Harga kopi pada hari Rabu membukukan kenaikan moderat, dengan arabika di level tertinggi 1 minggu dan robusta di level tertinggi 1 bulan. Kopi arabika...

5 Kopi Arabika Terbaik dari Indonesia, Paling Disukai di Dunia

Kopi Arabika asal Indonesia merupakan salah satu yang paling digemari pecinta kopi di seluruh dunia. Bukan hanya satu, ada beberapa jenis kopi yang citarasanya...

Sering Buang Air Kecil Setelah Minum Kopi? Ternyata Ini Alasannya

Selain memasok energi instan, minum kopi juga akan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Banyak orang yang butuh minum...

Mengapa Ketinggian Menghasilkan Rasa Kopi Berbeda?

Kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang memiliki karakter unik. Umumnya, masyarakat mengenal kopi dengan cita rasa yang pahit dan bisa dipadukan dengan bahan...

Read More

Related Articles