Transaksi Penjualan Kopi Spesialti Gayo Aceh dalam the Nordic World of Coffee Gothenburg, Swedia

0
155

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) pada hari pertama the Nordic World of Coffee Gothenburg 2015, Swedia, telah berhasil memfasilitasi ekspor Kopi Spesial Gayo ke Hamburg Jerman. Detail transaksi disampaikan oleh Ibu Dr. Delima Azahari Darmawan, Pembina AKSI dari Kementerian Pertanian bahwa penandatangan kontrak penjualan sebanyak tiga kontainer (54 ton atau senilai US$ 261,9 ribu) kopi Gayo antara Moh. Amin, Direktur CV Gayo Mandiri Coffee dengan Robert Heuveldop dari List & Beisler GmbH Hamburg Germany.

Penandatangan ini disaksikan oleh Ir. Ruslan Abdul Gani, MM, Bupati Kabupaten Benar Meriah; Ir Nasaruddin, Bupati Aceh Tengah; Faiz  Achmad, Direktur Industri Mintem;  Syafrudin, Ketua AKSI, serta Atase Pertanian dan Atase Perindustrian KBRI Brussel.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian terkait lainnya yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah, KBRI Brussel dan KBRI Stockholm sangat gencar mempromosikan kopi spesialti Indonesia dikawasan Nordik dan Eropa pada umumnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Yusuf Kalla dalam peningkatan ekspor dan sebagai bagian upaya untuk meningkatkan produksi kopi Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan nilai tambah dengan melakukan hilirisasi produk kopi.

Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kopi spesial dengan single origin terbanyak di dunia. Untuk merefleksikan hal tersebut dalam <i>the Nordic World of Coffee Gothenburg tanggal 16 – 18 Juni 2015, Paviliun Indonesia mengusung tema : Remarkable Indonesia, Home of World’s Finest Coffee</i> dengan menampilan 45 jenis kopi dari seluruh wilayah Indonesia.

Dampak  yang diharapkan dari kegiatan promosi ini, menurut Faiz Achmad, Direktur Industri Minuman dan Makanan, Kementerian Perindustrian, diantaranya; dikenalnya produk kopi spesial dan produk diversifikasinya di Pasar Eropa dan dunia pada umumnya. Selanjutnya, tambah Syafrudin, Ketua AKSI, kegiatan ini juga menjembatani dan memberikan kesempatan kepada petani secara langsung untuk bertemu dan mendapatkan informasi langsung dari para pembeli dan konsumen, sehingga para petani mengetahui persyaratan dan kualitas (certified coffee) dari rantai pasok kopi seperti persyaratan kopi organik, Indikasi Geografis (GI) dan sustainablity.