Yang Terjadi Pada Tubuh Usai Mengurangi Asupan Kopi

Author:

Category:

Bagi banyak orang, minum kopi adalah ritual khusus untuk membangkitkan energi dan semangat.

Kopi memang sumber utama kafein yang membantu mengatasi kelelahan dan meningkatkan kewaspadaan.

Melansir data Healthline, sekitar 75 hingga 80 persen orang di dunia mengonsumsi kafein secara teratur.

Efek kafein pada tubuh

Kafein merupakan stimulan alami bagi sistem saraf pusat yang menghasilkan efek bahagia di otak serupa dengan stimulasi energi, kewaspadaan, dan kesejahteraan.

Namun, kafein juga bisa menghasilkan efek samping seperti:

  • gangguan tidur
  • kegelisahan
  • depresi
  • sakit perut
  • refluks asam
  • otot berkedut
  • masalah kardiovaskular
  • sakit tubuh
  • kesulitan sosial
  • sifat lekas marah
  • kegugupan
  • kesulitan berkonsentrasi.

Sama seperti saat kita mengonsumsi obat, tubuh dapat membiasakan diri dengan stimulasi kafein dan membutuhkan lebih banyak untuk merasakan efeknya.

Riset membuktikan konsumsi kafein dosis tinggi yang teratur – antara 750 hingga 1.200 miligram sehari – dapat menyebabkan toleransi.

Kandungan kafein pada kopi juga bervariasi tergantung pada merek dan jenisnya.

Namun, rata-rata secangkir kopi biasanya mengandung sekitar 95 miligram kafein.

Ketergantungan kafein


Salah satu tanda ketergantungan kafein adalah ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari tanpa kafein.

Jadi, jika Anda merasa tidak berenerfi tanpa mengonsumsi secangkir kopi, bisa jadi Anda telah mengalami kecanduan.

Selain itu, mereka yang kecanduan kafein juga bisa mengalami gejala penarikan seperti berikut:

  • kelelahan
  • energi rendah
  • penurunan kewaspadaan
  • meranga mengantuk
  • suasana hati menurun
  • suasana hati tertekan
  • kesulitan berkonsentrasi
  • mudah marah
  • mual dan muntah
  • nyeri otot.

Gejala penarikan kafein biasanya terjadi sekitar 12 hingga 24 jam setelah kita tidak mendapatkan asupan kafein.

Puncak gejala biasanya terjadi pada 20 hingga 51 jam usai asupan kafein dihentikan. Gejala tersebut bisa berlangsung selama dua hingga sembilan hari.

Cara mengatasi


Untuk mengatasi kecanduan kafein, kita bisa mengatasi dengan cara-cara berikut:

  1. Tingkatkan asupan air putih
  2. Menganti minuman berkafein dengan opsi bebas kafein. Misalnya, jika Anda biasanya minum tiga cangkir kopi di pagi hari, gantilah dengan teh herbal atau air lemon hangat.
  3. Rutin berolahraga. Olahraga Ini adalah stimulan alami untuk tubuh dan sistem saraf pusat Anda.

Mengantarkan Kopi Papua Go Global

Kopi dari Papua kini semakin diminati konsumen mancanegara, seperti Australia, Selandia Baru, dan Amerika. Bila berbicara kopi, kita sudah sangat mahfum dengan keterkenalan kopi asal...

Indonesia Punya Kopi-kopi yang Luar Biasa…

Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, peran generasi muda diperlukan untuk mendorong kopi asal Indonesia semakin dikenal di mancanegara. Hal ini mengingat RI kaya akan beragam...

Harga Kopi Tetap Lebih Tinggi Karena Kekhawatiran Tanaman Brasil

Harga kopi pada hari Rabu membukukan kenaikan moderat, dengan arabika di level tertinggi 1 minggu dan robusta di level tertinggi 1 bulan. Kopi arabika...

5 Kopi Arabika Terbaik dari Indonesia, Paling Disukai di Dunia

Kopi Arabika asal Indonesia merupakan salah satu yang paling digemari pecinta kopi di seluruh dunia. Bukan hanya satu, ada beberapa jenis kopi yang citarasanya...

Sering Buang Air Kecil Setelah Minum Kopi? Ternyata Ini Alasannya

Selain memasok energi instan, minum kopi juga akan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Banyak orang yang butuh minum...

Mengapa Ketinggian Menghasilkan Rasa Kopi Berbeda?

Kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang memiliki karakter unik. Umumnya, masyarakat mengenal kopi dengan cita rasa yang pahit dan bisa dipadukan dengan bahan...

Read More

Related Articles