MINUM KOPI, GAYA HIDUP YANG MENJADI KEBUTUHAN HIDUP

Penulis : Bahtra Audika

0
549
Kopi instan tak memberikan pengalaman menyeduh yang menyenangkan

Sepertinya Sudah 10 tahun boomingnya tren anak muda meminum kopi, baik laki-laki maupun perempuan.

Dirangsang oleh munculnya cafe, coffee shop, gerai mini market yang menjual kopi pada saat itu sudah mulai menjamur seperti Lawson, Seven Eleven, Family Mart, bahkan Indomaret dan Alfamart pun tak mau tertinggal dengan menambah coffee shop di gerai mereka.

Penikmatnya pun berasal dari berbagai macam profesi, seperti anak sekolah, mahasiswa, pekerja, “sosialita”, dan profesi lainnya. Menikmati kopi kapan saja dimana saja.

Saat berkumpul dengan teman, meeting dengan client atau vendor, bekerja, bersantai, berjuang di tengah kemacetan, dan masih banyak lainnya. Bahkan anak muda milenial tidak mau kalah dengan bapak dan ibunya perihal meminum kopi.

Saat ini sudah banyak jenis kopi yang dijual di pasaran. kita banyak melihat kopi sachet dengan banyaknya merk dengan rasa dan jenis kopi yang berbeda kalau kopi yang dijual di cafe atau coffee shop, kita banyak melihat varian jenis biji kopi dan berbagai varian rasa dan penyajian yang saat ini seperti: Americano, Espresso, Latte, Macchiato, Cappuccino, Moccachino, Latte, dan Jangan lupa masih ada kopi curah yang dijual di pasar tradisional.

Bahkan saat ini sudah mulai banyak yang menjual mesin pembuat kopi, jenisnya pun beragam dari brewer hingga penyeduh kopi. kalau dilihat memang tren ini tidak akan berakhir karena “sepertinya” sudah menjadi kebutuhan disamping sebagai gaya hidup.

Saya pun menyadari dahulu memang minum kopi hanya sebagai sugesti penghilang suntuk dan kantuk, di saat bekerja, belajar, atau di perjalanan. Namun seiring berjalannya waktu sepertinya ada yang kurang pas jika pada hari itu kalau tidak minum kopi. Dan sekarang saya menyadari sepenuhnya bahwa saya pecandu kopi dan tidak mau melewatkan hari tanpa minum kopi.

Pertanyaannya mengapa bisa sampai demikian? Memang selain rasanya yang nikmat dan membuat kita ketagihan, kopi mempunyai segudang manfaat.

Karena seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa Kopi mengandung senyawa Kafein yang dapat menstimulasi otak untuk mengeluarkan hormon adrenalin sehingga membuat kita terjaga.

Saya pun menyadari dahulu memang minum kopi hanya sebagai sugesti penghilang suntuk dan kantuk, di saat bekerja, belajar, atau di perjalanan. Namun seiring berjalannya waktu sepertinya ada yang kurang pas jika pada hari itu kalau tidak minum kopi. Dan sekarang saya menyadari sepenuhnya bahwa saya pecandu kopi dan tidak mau melewatkan hari tanpa minum kopi.

Pertanyaannya mengapa bisa sampai demikian? Memang selain rasanya yang nikmat dan membuat kita ketagihan, kopi mempunyai segudang manfaat.

Karena seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa Kopi mengandung senyawa Kafein yang dapat menstimulasi otak untuk mengeluarkan hormon adrenalin sehingga membuat kita terjaga.

Menurut berbagai sumber dan ahli, bersepakat bahwa meminum kopi hitam 1-3 gelas per hari dapat membuat kita terhindar dari berbagai macam penyakit, seperti: Kanker, Jantung, Diabetes, Meningkatkan Daya Ingat, Menghilangkan Stress, dan masih banyak manfaat lain yang terkandung dari segelas kopi.

Namun senyawa kafein di dalam kopi ini bersifat drug karena dapat membuat kita ketagihan, dan ingin meminumnya kembali. maka inilah yang menyebabkan mengapa kita sepertinya ketergantungan terhadap kopi di samping begitu banyaknya manfaat yang terkandung di dalamnya.

Jadi sekarang sudah dapat dikatakan bahwa minum kopi sudah sama seperti kita makan nasi, ya?