Apa Benar Ampas Kopi Bagus untuk Tanaman? Ini Penjelasannya

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan

0
66

Ada banyak cara untuk menyuburkan tanaman, termasuk dengan bahan-bahan alami. Salah satunya adalah ampas kopi dan bubuk kopi yang banyak digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Dilansir dari Treehugger, Minggu (21/3/2021), sudah sejak lama ampas kopi digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah atau menciptakan mulsa pengendali hama yang ditabur di sekitar tanaman. Meski demikian, apa benar ampas kopi bagus untuk tanaman?

Beberapa riset terbaru menyatakan, para perawat tanaman harus bijak dalam merawat tanaman mereka. Penggunaan ampas kopi pun sebaiknya dilakukan dalam kondisi yang tepat.

Manfaat ampas kopi untuk tanaman

Penelitian tentang pengaruh kopi terhadap pertumbuhan tanaman terus berkembang. Di internet pun banyak artikel tentang manfaat ampas kopi untuk tanaman, lantaran disebut kaya nitrogen dan mampu membantu tanaman berfotosintesis.

Mungkin Anda juga pernah membaca bahwa ampas kopi juga membantu tanah menahan air, mengusir siput dan siput, dan memperbaiki struktur tanah, dan sangat bermanfaat bagi tanaman yang menyukai asam.

Beberapa di antaranya memang benar dan berasal dari sumber tepercaya yang telah melakukan penelitian independen mereka sendiri. Bubuk kopi telah terbukti meningkatkan aliran air dan struktur tanah.

Kopi yang digiling halus mudah dipadatkan, dan dapat bertindak sebagai penahan kelembaban dan pergerakan udara. Namun, bila bubuk kopi dicampur dengan berbagai jenis lainnya bahan organik, mereka meningkatkan retensi air dan sirkulasi udara.

Penelitian yang dilakukan di Washington State University merekomendasikan bahwa bubuk kopi tidak lebih dari 20 persen dari total volume kompos.

Bubuk kopi juga menambah nutrisi pada tanah. Spesialis kompos di Oregon State University Extension Service menyimpulkan bahwa bubuk kopi membantu mempertahankan suhu ideal dalam tumpukan kompos untuk mempercepat pembusukan.

Mereka juga menentukan bahwa bubuk kopi mengandung sekitar 2 persen nitrogen berdasarkan volume, yang diperlukan untuk pertumbuhan dedaunan. Studi lain menyebutkan kandungan nitrogen pada 10 persen.

Penelitian lain mengungkapkan bahwa bubuk kopi akan meningkatkan kadar besi, fosfor, kalium, magnesium, dan tembaga tanah.

Kapan kopi tidak bisa digunakan untuk tanah?

The Soil and Plant Laboratory Inc. menemukan bubuk kopi memiliki tingkat pH 6,2, yang berarti agak asam. Namun penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Microbiology menemukan bahwa bubuk kopi bersifat agak basa.

Meskipun bubuk kopi segar sangat asam dan dapat menjadi racun bagi tanaman, asam dalam asam kopi larut dalam air, yang berarti sebagian besar darinya berakhir di cangkir Anda, bukan di tanah.

Kecuali jika Anda berencana untuk mengukur keasaman bubuk kopi Anda, mengubah tanah Anda dengan mereka mungkin tidak banyak membantu tanaman Anda yang menyukai asam dan sedikit membahayakan tanaman Anda yang menyukai alkali.

Lalu, apakah kopi berbahaya bagi tanaman?

Kopi ternyata bisa menghambat pertumbuhan tanaman Anda. Penelitian yang diterbitkan dalam Urban Forestry and Urban Greening menetapkan, penerapan langsung ampas kopi di tanah secara signifikan mengurangi pertumbuhan tanaman.

Salah satu penyebab utamanya adalah kafein. Bahkan setelah diseduh, kadar kafein tetap ada dalam bubuk kopi yang cukup tinggi untuk memberikan efek negatif pada perkecambahan biji dan pertumbuhan awal tanaman. Sama seperti menaruh bubuk kopi di mesin pembuat espresso dan menghasilkan secangkir kopi yang lebih lemah, seiring waktu, fitotoksisitas bubuk kopi menurun dan manfaatnya meningkat.

Saat tanah menjadi mineral, mereka melepaskan makronutrien penting ke tanah, yang menarik mikrobiota yang, pada gilirannya, membuat nutrisi tersebut tersedia untuk tanaman.

Memang, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Applied Soil Ecology menemukan korelasi langsung antara peningkatan penggunaan ampas kopi, pelepasan racunnya, dan banyaknya jamur tanah yang bermanfaat dan bakteri yang mendorong pertumbuhan tanaman.

Studi lain menemukan bahwa sebagai tingkat toksisitas Jumlah ampas kopi berkurang, aktivitas cacing tanah meningkat, tanpa efek merugikan yang nyata pada kesehatan cacing?

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Sebelum Anda mulai menaburkan ampas atau bubuk kopi ke tanah, uji tanah Anda untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkannya. Sebagian besar pusat taman menjual alat uji pH sederhana.

Anda juga dapat melakukan “uji pemerasan” sederhana untuk menentukan komposisi tanah untuk mengetahui jenis perubahan apa yang mungkin perlu Anda lakukan. Ambil segenggam tanah kebun yang lembab dan remas dengan tangan Anda.

Jika rumpun langsung lepas, berarti tanah Anda terlalu berpasir. Tanah yang baik akan menahan bentuknya, tetapi hancur jika Anda mulai menusuknya.

Jika tidak hancur sama sekali, berarti tanah Anda mengandung terlalu banyak tanah liat. Bergantung pada hasil tes ini, Anda mungkin ingin menambahkan lebih banyak atau lebih sedikit bubuk kopi ke kompos atau mulsa Anda.

Bijaklah dengan apa yang Anda lakukan dengan ampas kopi. Menggunakannya sebagai mulsa langsung di tanah dapat menghambat retensi air dan sirkulasi udara, serta berdampak negatif pada perkecambahan tanaman dan pertumbuhan awal.

Namun, penggunaan bubuk kopi secara tidak langsung dapat memiliki efek sebaliknya. Menambahkan sedikit bubuk kopi ke mulsa atau tumpukan kompos dapat memperbaiki kondisi tanah.

Ikuti aturan 20 persen. Oleskan satu bagian bubuk kopi ke empat bagian bahan organik lainnya.