Bagaimana Mengendalikan Hama Pada Pohon Kopi?

0
843

coffee1-700x357

Semacam panduan untuk para petani (muda) yang ingin memulai usaha berkebun kopi.

KOPI yang nikmat setidaknya diawali sejak proses penanamannya. Kalau tanaman kopinya baik maka akan menghasilkan cherry kopi yang baik pula. Yang jika diproses dengan baik maka akan memberikan seduhan akhir yang terbaik juga. Dan seterusnya. Namun beberapa masalah kerap terjadi di pangkal siklus kopi ini, salah satunya adalah masalah hama.

Seperti halnya tanaman tropis lain, pohon kopi juga tidak lepas dari risiko gangguan hama. Masalah hama ini cukup mengganggu karena bisa memengaruhi hasil panen dan, tentunya, keberlangsungan hidup dari petani kopi itu sendiri nanti. Jika kalian adalah para petani muda yang sedang mencoba memulai usaha bertani kopi atau masih memiliki niat ke arah sana, mengetahui jenis-jenis hama dan bagaimana cara mengendalikannya adalah penting. Berikut adalah beberapa jenis-jenisnya.

Hama pada akar (Nematoda)

Hama nematode ini cenderung merusak akar-akar halus dan kecil. Hama ini umumnya menyerang pohon kopi yang masih mudah, berusia sekitar 1-2 tahun. Ciri-ciri tanaman yang terserang hama ini seperti: tanaman miring dan tampak kurang sehat, daun menguning dan berguguran, ranting-ranting menjadi kering—terutama menjelang musim kemarau, perakaran tanaman semakin berkurang dan tidak sempat membentuk akar baru, kulit akar banyak mengelupas.

Pencegahannya:

  1. Sebaiknya lakukan pengolahan tanah sebanyak 2-4 kali dalam setiap tahunnya.
  2. Berikan pupuk organik yang mengandung cacing tanah. Cacing tanah dikenal sebagai predator terbaik untuk nematoda sekaligus membantu memberikan unsur protein bagi tanah.
  3. Jika serangannya cukup tinggi, gunakan pestisida Basamid G dan Curaterr 3G sesuai aturan pakai yang tertera dalam kemasan.
Dahan yang baik umumnya akan menghasilkan hasil cherry kopi yang baik.
Dahan yang baik umumnya akan menghasilkan hasil cherry kopi yang baik.

Hama pada batang dan dahan

Hama penggerek batang ini adalah berupa larva dari beberapa jenis kumbang, seperti penggerek merah. Jenis penggerek merah memiliki ciri fisik khusus yaitu adanya bulatan warna kuning di bagian dada dan perut, dan hama ini bisa mencapai 5 mm.

Ciri-ciri tanaman yang terserang hama ini diantaranya: adanya lubang-lubang di atas batang (pucuk) dan di bagian batang yang tebal, kayu dan kulit pohon rusak, kayu dan barang menjadi patah. Letak patahannya berada tepat di  tempat hama bersarang dan membentuk lingkaran berlubang.

Pencegahannya:

  1. Pangkas cabang yang terserang.
  2. Buang pohon-pohon yang telah mati.
  3. Kurangi pohon naungan untuk mengendalikan penyebaran hama saat terserang.
  4. Pangkas cabang yang berdekatan dengan cabang yang sudah terkontaminasi.

Hama pada ranting

Hama penggerek ranting sering disebut juga dengan bubuk dahan. Cara merusak dan berkembang biak hama ini adalah dengan menggerek kulit dan membuat lubang kecil di dalam kayu. Kumbang atau hama penggerek ini biasanya tidak ada pada musim kemarau.

Pencegahan:

  1. Buang ranting yang terserang hama, lalu dibakar.
  2. Kurangi pohon naungan jika terlalu padat atau terlalu banyak untuk mengurangi penyebarannya.
  3. Gunakan pestisida jika serangan sudah terlalu banyak sesuai dengan dosis yang tertera dalam kemasan.

Hama pada buah

Jenis hama pada buah yang paling sulit diberantas umumnya adalah jenis Hypothenemus hampei dan Stephanoderes hampei. Kerugian yang diakibatkan hama ini bisa mencapai hingga 80%. Hama ini konon ditemukan pertama kali di Bogor di tahun 1909. Awalnya induk hama menggerek buah kopi, lalu masuk ke dalam buah/cherry dan bertelur. Satu indukan dapat menggerek 20 buah dalam waktu 2-6 hari.

Ciri-ciri tanaman yang terserang hama ini seperti: terlihat lubang bekas gerekan di buah dan benang-benang cendawan berwarna putih. Cendawan ini kadang-kadang merusak buah saat dalam kondisi basah. Selain itu terlihat pula bubuk berwarna coklat dan hitam pada buah yang masih  hijau, sementara pada buah yang telah matang terdapat puluhan larva yang berwarna putih.

Pencegahannya:

  1. Buat perangkap buatan yang menarik perhatian hama penggerek buah. Perangkap bisa berupa botol plastik bekas minuman air mineral berkapasitas 1,5 liter. Buatkan corong yang saling berhadapan hingga menghasilkan bunyi. Karena bunyi yang dihasilkan ini, hama masuk dalam perangkap.
  2. Kendalikan kelembaban area di sekitar tanaman. Caranya, pangkas cabang dan atur posisi tanaman hingga kelembaban tidak terlalu rendah.
  3. Kendalikan hama dengan menggunakan pestisida organik.
  4. Jika serangan sudah parah, gunakan pestisida Supracide 40 EC atau Bevaria P sesuai dosis yang tertera di kemasannya.
Contoh hama pada daun.

Hama pada daun, tunas dan bunga

Hama yang sering menyerang daun, tunas dan bunga tanaman kopi biasanya berupa kutu. Berbagai kutu ini merusak tanaman kopi dengan mengisap cairan zat makanan di tunas muda, daun muda, ranting, dompolan bunga, dan buah menggunakan paruhnya.

Ciri-ciri tanaman yang diserang seperti: pertumbuhan tanaman lambat, bagian-bagian yang terserang menjadi layu dan kering, bunga dan buah rontok, kotoran kutu yang menempel di daun mengandung zat gula sehingga memudahkan jamur tumbuh di sekitar daun tersebut. Selain itu, semut juga menyukai daun dengan karakter ini sehingga semut mengerubungi permukaan daun dan jadinya mengganggu proses fotosintesis daun.

Pencegahannya:

  1. Potong dan buang bagian tanaman yang terkontaminasi.
  2. Jika serangannya cukup tersebar/sporadis, gunakan pestisida Anthio 330 EC atau Servin 85 S sesuai dosis yang tertera di kemasan.

Demikianlah jenis-jenis hama yang sering mengganggu proses penanaman pohon kopi. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://majalah.ottencoffee.co.id/bagaimana-mengendalikan-hama-pada-pohon-kopi/